Industri Pariwisata Sulsel Rancang Paket Wisata Normal Baru

Makassar, (Banten Kita) – Pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada masa pandemi COVID-19 ini merancang program paket wisata aman di tengah penerapan normal baru agar perekonomian kembali bergairah melalui sektor ini.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulawesi Selatan, Suhardi di Makassar, Jumat, mengatakan, pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan bersatu menyatukan kekuatan untuk merancang program paket wisata COVID-19 terintegrasi dengan 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai membuka pariwisatanya dan kita juga sedang merancang itu untuk kesiapan penerapan normal baru ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, GIPI Sulsel dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, DPD ASITA Sulawesi Selatan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulsel dan BPD PHRI Sulsel sudah membahas mengenai paket wisata tersebut.

“Kami bersama pelaku pariwisata daerah tengah merancang paket wisata sehari. Kami melihat potensi Barru dan Pangkep cukup strategis dikemas pelaku industri daerah,” katanya.

Dia menjelaskan GIPI Sulsel sebagai koordinator pelaku industri pariwisata daerah akan mendorong perbaikan infrastruktur agar destinasi baru siap ketika isolasi atau pembatasan pandemi covid 19 dibuka kembali.

“Kami optimis bencana COVID-19 ini akan berakhir hingga akhir Desember 2020. Ini kesempatan kita berbenah dan menyiapkan destinasi baru untuk mempersiapkan lonjakan kunjungan yang kami perkirakan akan terjadi pasca pandemi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel Hendra Nick Arthur yang mengaku siap mengambil peranan sebagai koordinator promosi daerah untuk mengajak pelaku pengelola pariwisata merancang paket wisata bersama.

“GIPI dan BPPD Sulsel adalah pemegang penuh amanah UU No.10/2009 tentang kepariwisataan. Kedua lembaga kami ini yang memiliki kewenangan atas perintah UU guna memperkuat koordinasi dan sinergi program pengembangan industri dan promosi bersama daerah,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya Perda Provinsi Sulsel No.1 tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di Sulawesi Selatan secara tegas telah memberikan arahan bagi GIPI dan BPPD Sulsel untuk memperkuat kekuatan baru atau yang dikenal dengan Energi Pentahelix Pariwisata Sulawesi Selatan.

“Tanpa kolaborasi antara pemda dan pemangku kepentingan, sulit kita mengembangkan kepariwisataan kita. Ini momentum yang bagus buat Sulsel di saat seluruh destinasi super prioritas pemerintah kembali nol. Restart pariwisata yang dimulai dari Bali, Lombok dan lainnya bisa jadi langkah awal kita untuk memasang positioning Sulsel kembali,” ucapnya.

Siap sinergi
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru Andi Syafruddin mengaku siap bersinergi dengan pemangku kepentingan di tingkat provinsi.

“Kami ini butuh orang-orang yang profesional yang bisa merancang paket wisata di Barru. Wilayah kami ini jalur perlintasan menuju destinasi unggulan Toraja. Ada baiknya wisatawan yang melintas bisa makan siang atau menginap di tempat kami,” harapnya.

Hal sama juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Barru yang mengaku siap mendukung program pariwisata daerah yang akan diusulkan eksekutif ke legislatif daerah.

“Selama ini penerimaan daerah memang bergantung dari hasil bumi. Kami berharap sektor jasa khususnya pariwisata bisa menambah penerimaan daerah dan pendapatan warga di Barru,” ujarnya

Dia mengaku Barru memiliki potensi bahari dan pegunungan yang siap didatangi wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara.

“Kami akan upayakan fasilitas dan infrastruktur kawasan pariwisata segera dibenahi. Bukan hanya dinas pariwisata yang kita dorong. Perangkat daerah lainnya seperti dinas PU, kelautan dan perikanan dan lainnya akan kita dorong untuk membenahi pariwisata Barru,” ucapnya. (Ant)