Sukseskan 1000 Desa Gratieks, Karantina Cilegon Tetapkan 29 Desa dan 3 Komoditas Ekspor

Serang, (Banten Kita) РKementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian di Cilegon memantapkan langkah untuk menyukseskan program gratieks. 

Konsep gratieks dilaksanakan mulai dari tempat produksi dan budidaya, kemudian hilirisasi yang akan dicapai dengan program 1000 desa gratieks.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi menetapkan 29 desa gratieks di tiga Kabupaten Provinsi Banten. Dengan mengusung tiga komoditas yaitu buah manggis, daun talas beneng dan melon emas yang merupakan komoditas unggulan ekspor.

“Ketiga jenis komoditas tersebut merupakan unggulan lokal yang sangat laku dipasar internasional, untuk itu kita dorong dan fasilitasi agar secepatnya Banten mampu mewujudkan hal tersebut,” ujar Arum saat acara rapat bersama dalam program 1000 desa gratieks Banten di salah satu hotel, di Serang Banten, Rabu (09/09).

Arum menjelaskan bahwa Banten telah mempunyai rumah packing untuk buah manggis yang telah diregristasi oleh Badan Karantina dan pihak otoritas Cina, tinggal menunggu hasil dari Hazard Analis Critical Control Point (HACCP).

Sementara untuk ekspor daun talas beneng dalam bentuk rajangan kering dapat segera diekspor dan disertifikasi kesehatannya oleh karantina, namun demikian negara pengimpor yaitu Autralia dan Belanda mempunyai standar minimal dalam sekali pengiriman yaitu sebanyak 5 kontainer atau berkisar 40 ton.

“Sedangkan untuk melon emas, bisa dikirim saat ini juga, pengiriman dibawah satu ton melalui bandara udara Soekarno – Hatta. Tinggal kami periksa kesehatan dan standar mutunya,” tambah Arum.

Selaras dengan Arum, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauchid menyatakan apresiasi kepada Karantina Pertanian Cilegon yang telah konsisten untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani Banten melalui program 1000 desa gratieks.

Agus mengatakan bahwa potensi ekspor komoditas pertanian di Banten banyak, diantaranya adalah manggis, daun talas beneng, emping melinjo dan lainnya. 

Untuk mewujutkan hal tersebut, tentunya dibutuhkan kerjasama yang kuat dan solid, baik antar instansi yang berkaitan maupun dengan para pelaku usaha dan kelompok tani. Menjelang akhir acara dilakukan penandatangan kesepakatan untuk mendukung program 1000 desa gratieks Kementerian Pertanian.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Kepala Dinas Provinsi Banten, Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon, Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Polres Cilegon, Kodim Cilegon dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak.

Kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mendukung terwujudnya program gratieks dengan menjalin kerjasama dengan pihak terkait dan fasilitasi layanan karantina terhadap ekspor komoditas pertanian. (Sus/Ant)