Calon Penumpang Ferry ASDP Diimbau Beli Tiket Melalui Daring

Jakarta, (Banten Kita) – Calon penumpang yang akan menggunakan jasa penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) diimbau untuk membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy guna menciptakan jaga jarak fisik sebagai adaptasi kebiasaan baru, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

“Beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 3 jam sebelum keberangkatan. Tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup scan barcode yang didapat saat beli online, lalu akan mendapat boarding pass untuk naik kapal. Sesimpel itu saja,” ujar Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Apalagi di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, menurut dia, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak sehingga dengan membeli tiket secara daring, maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket.

Menurut Ira, tren pembelian tiket via daring ini terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat yang cenderung bertransaksi elektronik dalam kegiatan konsumsi.

Selain melalui situs dan aplikasi, pengguna jasa kini dapat membeli tiket feri di seluruh gerai Alfamart sebagai mitra resmi penjualan tiket ASDP dengan biaya admin mulai dari Rp1.000 sampai dengan Rp5.000 disesuaikan dengan jumlah nominal per transaksi.

Kendati saat ini masyarakat sudah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat.

“Harapan kami agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman dan tetap sehat di masa pandemi COVID-19 saat ini. Kunci utamanya, kita semua baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Ada tiga hal utama dalam protokol kesehatan yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan pastikan untuk jaga jarak minimal 1,5 – 2 meter.

Di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, dan Ketapang, Gilimanuk, Lembar dan Padangbai, penerapan protokol kesehatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan tetap terus dilaksanakan dengan ketat.